![]() |
| source: https://unila.ac.id |
Berikut ini adalah resume materi yang saya dapatkan selama mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Lampung tingkat Universitas dan Fakultas Tahun 2025.
PKKMB Universitas
Materi 1: Pengembangan Karakter Mahasiswa
Pemateri: AKBP Vicky Dzulkarnain, M.M.
Mahasiswa diperingatkan tentang berbagai ancaman seperti penipuan online, penyebaran hoaks, perundungan siber, dan judi online. Untuk membentengi diri, karakter adalah kuncinya. Diperkenalkan konsep "Sikokoko" (Silaturahmi, Komunikatif, Komunitas, Kolaborasi, Konfirmasi, Konsultasi) sebagai panduan dalam berinteraksi sosial yang sehat.
Beliau juga menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) yang harus disiplin, kritis, dan berakhlak mulia. Ditekankan pula 7 Manfaat Kuliah Sambil Berorganisasi, yaitu memperbesar peluang sukses, menambah wawasan praktis, memperluas jaringan (networking), melatih manajemen waktu, melatih kesabaran & emosi, melatih kepemimpinan, dan menjadi pribadi yang lebih matang.
Materi 2: Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri
Pemateri: Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.
Beliau dengan bangga mengumumkan bahwa Universitas Lampung telah berhasil meraih akreditasi institusi Unggul, sebuah pencapaian yang didukung oleh kualitas program studinya, di mana 38 diantaranya terakreditasi Unggul dan 12 terakreditasi A secara nasional. Tidak hanya berhenti di tingkat nasional, Prof. Suripto juga menekankan upaya Unila dalam meraih pengakuan global melalui akreditasi internasional dari berbagai lembaga ternama seperti Royal Society of Chemistry (RSC), ASIIN, dan AUN-QA, yang memastikan kualitas pendidikan Unila setara dengan standar dunia.
Puncak dari presentasinya adalah pengenalan delapan program unggulan yang terangkum dalam akronim BE STRONG. Akronim ini bukan sekadar slogan, melainkan pilar strategis yang mencakup berbagai aspek pengembangan universitas: mulai dari Business Sector, Finance, Investment and Asset (Sektor Bisnis dan Keuangan), Empowerment of Human Resources (Pemberdayaan SDM), Services for Community (Pelayanan Masyarakat), Teaching (Pengajaran), Research (Penelitian), Organizational Partnership (Kemitraan), Network Infrastructure (Infrastruktur Jaringan), hingga Good University Governance (Tata Kelola Universitas yang Baik). Untuk mendukung program-program tersebut, beliau juga menyoroti ketersediaan berbagai fasilitas penunjang seperti perpustakaan, laboratorium terintegrasi, fasilitas olahraga, dan asrama.
Materi 3: Transformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan
Pemateri: Parianto (Perwakilan walikota Bandar Lampung)
Bapak Parianto menekankan bahwa PKKMB memiliki tujuan yang sangat penting, yaitu sebagai forum pembekalan pengetahuan, wawasan, serta peningkatan sikap mental dan spiritual mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini harus menjadi forum pendidikan yang mencerdaskan dan melarang keras adanya praktik perpeloncoan. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan mahasiswa dalam masa transisi dari siswa menjadi anggota sivitas akademika yang sadar akan hak dan kewajibannya.
Beliau juga menyampaikan beberapa pesan kunci kepada para mahasiswa baru, di antaranya adalah:
- Memahami Lingkungan Akademis: Mahasiswa diharapkan dapat memahami kegiatan di kampus sebagai lingkungan akademis yang menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah dan etika.
- Meningkatkan Wawasan: Menggunakan sarana dan prasarana yang ada untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan.
- Wawasan Kebangsaan: Memberikan pemahaman tentang pentingnya wawasan kebangsaan dan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa.
- Kesiapan Belajar: Mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk dapat belajar secara efektif di Universitas Lampung dan mematuhi segala norma yang berlaku.
Di akhir pidatonya, beliau berpesan agar para mahasiswa dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan Kota Bandar Lampung. Mahasiswa juga diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, belajar dengan giat, dan tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Materi 4: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pemateri: Brigjen TNI Haryantana, S.H.
Beliau langsung menekankan betapa kayanya Indonesia sebagai sebuah bangsa yang dibangun di atas keragaman suku, agama, dan bahasa yang luar biasa. Keragaman ini, menurutnya, adalah kekuatan sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan pemahaman kebangsaan yang kuat.
Beliau memaparkan pentingnya pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi ideologis yang tak tergoyahkan. Beliau menjelaskan bahwa pilar-pilar ini bukanlah sekadar slogan, melainkan nilai-nilai hidup yang harus diwujudkan melalui tiga unsur penting: rasa kebangsaan (rasa memiliki), paham kebangsaan (pengetahuan tentang bangsa), dan semangat kebangsaan (gairah untuk berjuang demi negara). Ketiga unsur inilah yang akan melahirkan sikap cinta tanah air dan kerelaan berkorban, yang sayangnya beliau soroti mulai menunjukkan gejala penurunan di kalangan generasi muda saat ini, menandakan adanya tantangan terhadap jati diri bangsa.
Selanjutnya, Brigjen TNI Hariantana S.H. memaparkan berbagai ancaman modern yang secara nyata dapat merusak tatanan bangsa dan masa depan generasi penerus. Beliau secara tegas menyebut narkoba sebagai musuh utama bangsa yang dapat menghancurkan potensi generasi muda dari dalam. Selain narkoba, ancaman lain yang tidak kalah berbahayanya adalah radikalisme, intoleransi, terorisme, tawuran antar pelajar, dan pergaulan bebas. Semua ancaman ini, baik yang bersifat fisik maupun ideologis, bekerja untuk menggerus rasa persatuan dan merusak moralitas, sehingga kemampuan negara untuk bertahan menjadi lemah.
Sebagai penutup materinya, beliau menyampaikan pesan yang kuat dan inspiratif kepada para mahasiswa. Beliau mendorong mereka untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga individu yang memiliki tujuan hidup yang jelas, mau bekerja keras, dan berani menggali potensi diri secara maksimal. Di tengah persaingan global, mahasiswa Indonesia harus mampu berkompetisi secara positif sambil tetap memegang teguh aturan dan menghargai perbedaan sebagai bagian dari identitas bangsa.
Materi 5: Peran Mahasiswa di Era Digital (Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia)
Pemateri: Prof. Dr. Sunyono, M.Si.
Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa memegang tiga peran utama yang saling berkaitan untuk memastikan mereka dapat berkembang dan memberikan kontribusi positif.
Peran pertama adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi, di mana mahasiswa dituntut untuk tidak gagap terhadap kemajuan zaman dan secara aktif memanfaatkan berbagai platform digital guna memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta menjalin kolaborasi secara daring.
Lebih dari sekadar mampu menggunakan teknologi, peran krusial kedua adalah membangun literasi digital yang kuat. Hal ini mencakup kemampuan untuk berpikir kritis dalam mengevaluasi kebenaran sebuah konten, memahami etika dalam berkomunikasi di dunia maya, serta memiliki kesadaran penuh bahwa setiap jejak digital yang ditinggalkan bersifat permanen, sehingga menuntut tanggung jawab yang besar.
Pada puncaknya, peran mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai pengguna pasif, melainkan harus bertransformasi menjadi seorang inovator. Mahasiswa didorong untuk memberikan kontribusi inovasi dengan memanfaatkan teknologi dan analisis data untuk menciptakan solusi-solusi kreatif atas berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.
PKKMB Fakultas
Materi 1: Pembelajaran di Perguruan Tinggi & Plagiarisme
FMIPA Unila berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas tinggi yang setara dengan standar internasional, yang menuntut mahasiswa untuk menjunjung tinggi integritas akademik. Mahasiswa baru diperkenalkan pada sistem pembelajaran yang akan mereka jalani serta ditekankan mengenai larangan keras terhadap segala bentuk plagiarisme untuk menghasilkan lulusan yang orisinal dan bertanggung jawab.
Kurikulum Standar Internasional: Kurikulum FMIPA telah disesuaikan agar setara dengan pembelajaran sains di seluruh dunia. Beberapa program studi telah meraih akreditasi internasional, seperti S1 Kimia dari Royal Society Chemistry, serta S1 Biologi, Ilmu Komputer, Matematika, dan Fisika dari ASIIN.
Metode Pembelajaran: Proses pembelajaran akan menggunakan tiga pendekatan utama:
- Pembelajaran klasikal di dalam kelas.
- Praktikum di 14 laboratorium yang tersedia, yang merupakan ciri khas perkuliahan di MIPA.
- Pembelajaran secara online, khususnya untuk beberapa mata kuliah tingkat lanjut.
Integritas Akademik dan Larangan Plagiarisme: Plagiarisme diartikan sebagai mencontek atau meniru karya orang lain dan dilarang keras. Setiap karya, termasuk skripsi, harus merupakan hasil karya sendiri dan bukan hasil copy-paste agar dapat dipertanggungjawabkan. Mahasiswa didorong untuk bergabung dengan dosen dalam menghasilkan karya ilmiah seperti publikasi.
Materi 2: Sistem Perkuliahan dan Pembimbingan Akademik
Sistem perkuliahan di FMIPA diatur secara terstruktur untuk memastikan mahasiswa dapat merencanakan dan menyelesaikan studi mereka tepat waktu. Mahasiswa akan dibimbing secara akademik dan harus mematuhi berbagai peraturan yang berlaku, mulai dari pengambilan SKS hingga syarat kelulusan dan evaluasi studi.
Masa Studi dan Satuan Kredit Semester (SKS):
- Program Sarjana (S1) memiliki masa tempuh kurikulum 4 tahun (8 semester) dengan beban minimal 144 SKS. Masa studi maksimal yang diizinkan adalah hingga 7 tahun.
- Program Diploma (D3) memiliki masa tempuh kurikulum 3 tahun (6 semester) dengan beban minimal 108 SKS.
Proses Akademik dan Bimbingan:
- Mahasiswa wajib mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) setiap semester melalui sistem Siakadu. Syarat utama pengisian KRS adalah telah membayar UKT. Tidak mengisi KRS selama dua semester berturut-turut dapat menyebabkan putus studi (DO).
- Mahasiswa baru hanya dapat mengambil maksimal 20 SKS pada semester 1 dan 2.
- Setiap mahasiswa akan memiliki seorang Dosen Pembimbing Akademik (PA) yang bertugas mengarahkan studi.
Penilaian dan Kelulusan:
- Sistem penilaian menggunakan huruf A, B, C, D, dan E. Nilai A diberikan untuk skor di atas 76. Mahasiswa tidak dapat lulus jika memiliki nilai D lebih dari empat.
- Terdapat opsi untuk lulus tanpa skripsi. Syaratnya adalah memiliki karya seperti publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi, paten, atau buku.
Evaluasi dan Status Mahasiswa:
- Mahasiswa dapat dikenai sanksi putus studi jika tidak memenuhi syarat evaluasi pada semester 4 (minimal 40 SKS & IPK ≥ 2.00) dan semester 8 (minimal 80 SKS & IPK ≥ 2.00).
- Mahasiswa dapat mengajukan cuti akademik, namun tidak diizinkan pada semester 1.
Materi 3: Tata Krama dan Norma Kehidupan Kampus
Sebagai mahasiswa, setiap individu diharapkan dapat menunjukkan perubahan sikap ke arah yang lebih dewasa, disiplin, dan bertanggung jawab. Mahasiswa merupakan bagian dari komunitas akademik yang terikat oleh norma dan tata krama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan saling menghormati.
Etika dan Pergaulan: Mahasiswa diharapkan menjaga sopan santun dan saling bertegur sapa dengan sesama mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Kebersihan dan Ketertiban: Mahasiswa bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di ruang kuliah atau area publik. Kursi di ruang kelas juga harus dirapikan kembali setelah perkuliahan selesai.
Sanksi Pelanggaran: Terdapat tiga tingkatan sanksi bagi pelanggar tata tertib:
- Ringan: Teguran lisan atau tertulis.
- Sedang: Nilai-nilai mata kuliah dalam satu semester tidak diakui atau dibatalkan.
- Berat: Dikeluarkan dari universitas (drop out).
Materi 4: Sarana dan Prasarana dalam Menunjang Perkuliahan
Untuk mendukung proses pembelajaran yang optimal, FMIPA dan Universitas Lampung menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa. Fasilitas ini mencakup layanan administrasi modern hingga sarana penunjang kegiatan non-akademik.
Administrasi Digital: FMIPA merupakan fakultas pertama di Unila yang menerapkan administrasi dan tanda tangan digital secara penuh melalui aplikasi SAIDATA.
Fasilitas Kesehatan dan Olahraga: Mahasiswa dapat mengakses Poliklinik Unila secara gratis dengan memindahkan faskes BPJS. Terdapat juga fasilitas kolam renang dengan tarif khusus mahasiswa.
Area Mahasiswa: Terdapat student corner di dekat dekanat dan di masing-masing jurusan yang dapat digunakan sebagai ruang diskusi.
Transportasi Mahasiswa Baru: Selama satu tahun pertama, mahasiswa baru tidak diperkenankan membawa kendaraan pribadi ke kampus dan akan difasilitasi dengan mobil "Tayo" untuk transportasi di dalam area universitas.
Materi 5: Hak dan Kewajiban Mahasiswa
Kehidupan sebagai mahasiswa diimbangi oleh hak yang diterima dan kewajiban yang harus dipenuhi. Pemahaman yang baik mengenai keduanya akan membantu menciptakan hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan institusi.
Kewajiban: Kewajiban utama mahasiswa adalah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara tepat waktu. Dana dari UKT digunakan untuk membiayai seluruh layanan operasional dan akademik, termasuk gaji dosen.
Hak: Sebagai imbalan atas pemenuhan kewajiban, mahasiswa berhak mendapatkan layanan akademik dan non-akademik yang terbaik dari fakultas. Mahasiswa juga berhak memanfaatkan seluruh sarana dan prasarana yang telah disediakan untuk menunjang perkuliahan.
Materi 6: Strategi Perkuliahan dari Para Kajur
Para ketua jurusan berbagi pandangan bahwa kesuksesan akademik tidak hanya bergantung pada kecerdasan, tetapi juga pada strategi belajar yang efektif dan kemampuan manajemen diri yang baik. Mahasiswa didorong untuk proaktif dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka sendiri.
Strategi Belajar Efektif:
- Persiapan dan Keaktifan: Lakukan persiapan dengan membaca materi sebelum kelas dimulai. Selama perkuliahan, bersikaplah interaktif dengan mencatat, berdiskusi, dan aktif bertanya kepada dosen.
- Pola Pikir Positif: Tanamkan pada diri sendiri keyakinan "Saya bisa" dan terima jurusan yang dipilih sebagai keputusan terbaik.
- Metode Belajar: Salah satu metode belajar yang paling baik adalah dengan mengajarkan kembali materi yang sudah dipahami kepada teman-teman. Identifikasi juga cara belajar yang paling tepat untuk diri sendiri (misalnya sambil mendengar musik, dll).
Manajemen Diri: Mahasiswa harus mampu mengelola tiga hal penting:
- Manajemen Waktu: Atur waktu dengan baik antara kuliah, mengerjakan tugas, dan kegiatan non-akademik untuk menghindari distraksi seperti bermain game berlebihan.
- Manajemen Kesehatan: Jaga kesehatan fisik dan mental.
- Manajemen Keuangan: Belajarlah untuk hidup hemat dan bijak. Meraih beasiswa dianggap lebih membanggakan daripada meminta keringanan UKT.
Tips Lulus Tepat Waktu:
- Untuk bisa lulus lebih cepat (3,5 tahun), mahasiswa dianjurkan untuk mempertahankan IPK di atas 3.00 agar dapat mengambil SKS maksimal (24 SKS) setiap semester.
- Saat mengerjakan skripsi, jalin komunikasi yang proaktif dengan dosen pembimbing. Segera temui dosen jika mengalami kesulitan dan jangan menghindar.

0 Komentar